Senin, 31 Oktober 2016

8 kompetensi mengajar

Delapan Kompetensi Dasar Mengajar

1.      Ketrampilan Bertanya
Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah:
1.   Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab suatu pertanyaan.
2.   Pengaturan urutan pertanyaan secara tepat.
3.   Penggunaan pertanyaan pelacak.
4.   Peningkatan terjadinya interaksi.
2.      Ketrampilan Memberikan Penguatan
1.              Penguatan verbal
Biasanya diutarakan dengan menggunakan kata-kata pujian, penga-hargaan, persetujuan, dan sebagainya, misalnya: bagus; bagus sekali; betul;pintar; ya, seratus buat kamu.

2.      Penguatan non verbal
a.       Penguatan gerak isyarat : anggukan, gelengan, senyuman, kerut kening,acungan jempol, dsb.
b.      Penguatan pendekatan: guru berdiri disamping siswa
c.       Penguatan dengan sentuhan contact berjabat tangan, menepuk-nepuk pundak siswa
d.      Penguatan dengan kegiatan menyenangkan
e.       Penguatan berupa symbol-simbol: seperti kartu bergambar, lencana,ataupun komentar tertulis
f.       Tidak langsung menyalahkan siswa
3.      Ketrampilan Mengadakan Variasi
Variasi dalam kegiatan belajar-mengajar dapat dokelompokan menjadi 3 bagian,yaitu:a. a. Variasi dalam gaya mengajar
1.      Pengunaan variasi suara.
Variasi suara adalah perubahan nada suara dari keras menjadi lemah,dari tinggi menjadi lemah, atau pada suatu saat memberikan tekananpada kata-kata tertentu.
2.      Pemusatan perhatian
Memusatkan perhatian pada hal-hal yang dianggap penting dapatdilakukan guru dengan perkataan seperti: “perhatikan baik-baik “ dan lain-lain.
3.      Kesenyapan.
Adanya kesenyapan tiba-tiba yang disengaja guru ketika menerangkansesuatu merupakan suatu alat yang baik untuk menarik perhatian.
4.              Mengadakan kontak pandang
Apabila guru berbicara dengan siswa sebaiknya pandangan menjelajahiseluruh kelas dan melihat ke mata siswa untuk menunjukkan interaksidengan mereka
5.              Gerakan badan dan mimic.
Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan badanadalah aspek yang amat penting dalam berkomunikasi. Hal ini tidak sajamenarik perhatian siswa tetapi lebih dari itu, yaitu untuk menyampaikanarti dari pesan lisan yang dimaksudkan.
6.      Pergantian posisi guru dalam kelas.
Pergantian posisi guru dalam kelas dapat digunakan untuk mempertahankan perhatian siswa. Pergantian posisi disini dimaksudkanke arah depan atau belakang, ke kiri atau ke kanan.

b. Variasi dalam penggunaan media dan bahan pengajaran
Media dan alat pengajaran dapat digolongkan menjadi 3, yaitu:
1.      Alat/bahan yang dapat dilihat.Contohnya: grafik, gambar di papan tulis, peta, poster, dan sebagainya
2.      Alat/bahan yang dapat didengar.Contohnya: rekaman suara, suara musik, dan sebagainya.
3.      Alat/bahan yang dapat diraba atau dimanipulasi.Contohnya: patung, alat mainan, sempoa, dan sebagainya.
c. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
Pola interaksi dapat berbentuk klasikal, kelompok dan perorangansesuai dengan keperluan, sedangkan variasi kegiatan dapat berupamendengarkan informasi, menelaah materi, diskusi, latihab atau demonstrasi.
Dalam mengadakan variasi, guru perlu mengingat prinsip-prinsippenggunaannya yang meliputi :
1.      Kesesuaian
2.      Kewajaran
3.      Kelancaran dan kesinambungan
4.      Serta perencanaan bagi alat/bahan yang memerlukan penataan khsusus.

4.      Ketrampilan Menjelaskan
a. Komponen merencanakan penjelasan yang mencakup:
1.      isi pesan (tema) yang dipilih dan disusun secara sistematis disertai contoh-contoh,
2.      penerima pesan harus dipertimbangkan karakteristiknya.
b. Komponen menyajikan penjelasan yang mencakup:
1.      kejelasan, yang dapat dicapai dengan berbagai cara seperti: bahasa yang jelas, berbicara dengan lancar, mendefinisikan istilah-istilah teknis, berhenti sejenak untuk melihat respon peserta didik;
2.      penggunaan contoh dan ilustrasi yang dapat mengikuti pola induktif atau pola deduktif;
3.      pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting dengan cara: penekanan suara atau mengemukakan tujuan
4.      peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman ataupun keraguan ketika penjelasan berlangsung (balikan).

5.      Ketrampilan Membuka dan Menutup pelajaran
Komponen keterampilan membuka dan menutup pelajaran
a.Membuka pelajaran
Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi:
1.      Menarik perhatian siswa, antara lain dengan:
a.       Gaya mengajar guru
b.      Penggunaan alat bantu pelajaran
c.       Pola interaksi yang bervariasi
2.      Menimbulkan motivasi, antara lain dengan:
a.       Kehangatan dan keantusiasan
b.      Menimbulkan rasa ingin tahu
c.       Mengemukan ide yang bertentangan
d.      Memperhatikan minat siswa
3.      Memberi acuan melalui berbagai cara seperti:
a.       Mengemukan tujuan dan batas-batas tugas
b.      Menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan
c.       Mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas
d.      Mengajukan pertanyaan-pertanyaan
4.      Membuat kaitan atau hubungan antara materi-materi yang akan dipela-jari dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dikuasai siswa
b.Menutup Pelajaran
1. Meninjaua kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum intipelajaran dan membuat ringkasan
2. Mengevaluasi antara lain dengan:
a. Mendemostrasikan keterampilan
b. Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain
c. Mengeksplorasikan pendapat peserta didik
d. Memberikan soal-soal tertuli
6.      Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Komponen keterampilan membimbing diskusi
1)     Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topic diskusi
Cara-cara yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
  1. Rumuskan tujuan dan topic yang akan dibahas pada awal diskusi
  2. Kemukakan masalah-m asalah khusus
  3. Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan
  4. Rangkum hasil pembicaraan dalam diskusi
2)   Memperluas masalah atau urunan pendapat
  1. Menguraikan kembali urunan tersebut hingga jelas
  2. Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut
  3. Menguraikan gagasan siswa dengan member informasi tambahan.
3)   Menganalisis pandangan siswa
Didalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat. Dalam hal ini guru hendaklah menganalisis alas an perbedaan tersebut yaitundengan cara sebagai berikut:
  1. Meneliti apakah alas an tersebut memang memounyai dasar yang kuat.
  2. Memperjelas hal-hal yang disepakati dan tidak disepakati.
4)   Meningkatkan urunan siswa
Beberapa cara untuk meningkatkan urunan piker siswa adalah:
  1. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menentang siswa untuk berpikir.
  2. Memberikan contoh-contoh verbal dan nonverbal yang sesuai dan tepat.
  3. Memberikan waktu untuk berpikir.
  4. Memberikan dukungan terhadap pendapat siswa dengan penuh perhatian.
5)   Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Penyebaran kesempatan berpartisipasi dapat dilakukan dengan cara:
  1. Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi
  2. Menegah terjadinya pembicaraan serentak dengan member giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
  3. Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memonopoli pembicaraan
  4. Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya hingga interaksi antarsiswa dapat ditingkatkan
6)   Menutup Diskusi
Hal yang dapat dilakukan seorang guru dalam menutup diskusi adalah sebagai berikut:
  1. Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para siswa
  2. Member gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi atau tentang topic diskusi yang akan dating
  3. Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang telah dicapai
7)   Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membimbing diskusi
  1. Mendominasi diskusi sehingga siswa tidak diberi kesempatan
  2. Membiarkan siswa tertentu memonopoli diskusi
  3. Membiarkan terjadinya penyimpangan dari tujuan diskusi dengan pembicaraan yang tidak relevan
  4. Membiarkan siswa yang enggan berpartisipasi
  5. Tidak memperjelas atau mendukung urunan piker siswa
  6. Gagal mengakhiri diskusi secara efektif

7.      Ketrampilan Mengelola Kelas
ada 2 komponen keterampilan mengelola kelas yaitu:
keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal(bersifat preventif).Keterampilan ini berkaitan dengankemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan kegiatan pembelajaran sehingga berjalan secara optimal, efisien dan efektif.Keterampilan tersebut meliputi:
a) menunjukan sikap tanggap
b) memberi perhatian
c) memusatkan perhatian kelompok
d) memberikan petunjuk yang jelas
e. menegur siswa yang bertingkah laku mengganggu dikelas dengan bijaksana
f) memberi penguatan
2. Keterampilan yang berhubungan denganpengembalian kondisi belajar yang optimal.Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan (Mulyasa dalam Suwarana 2006:84)

8.      Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan terdiri dari:
1. keterampilan mengadakan pendekatan pribadi, yang ditampilkan dengan cara:
a.       menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa,
b.       mendengarkan dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa,
c.       merespon secara positif pendapat siswa
d.      membangun hubungan berdasarkan rasa saling mempercayai,
e.       menunjukkan kesiapan untuk membantu,
f.       menunjukkan kesediaan untuk menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian, serta
g.      berusaha mengendalikan situasi agar siswa merasa aman, terbantu, dan mampu menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya.
2. keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara:
a.       memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, dan cara mengerjakannya,
b.      memvariasikan kegiatan untuk mencegah timbulnya kebosanan siswa dalam belajar,
c.       membentuk kelompok yang tepat,
d.      mengkoordinasikan kegiatan,
e.       membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa, serta
f.       mengakhiri kegiatan dengan kulminasi.
3. keterampilan membimbing dan memberi kemudahan belajar, yang ditampilkan dengan cara:
a.       memberi penguatan secara tepat,
b.      melaksanakan supervisi proses awal,
c.       melaksanakan supervisi proses lanjut, serta
d.      melaksanakan supervisi pemaduan.
4. keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara:
a.       membantu siswa menetapkan tujuan belajar,
b.      merancang kegiatan belajar,
c.       bertindak sebagai penasihat siswa, serta

d.      membantu siswa menilai kemajuan belajarnya sendiri

menjadi guru kreatif




PENDAHULUAN
       I.            Latar Belakang
Lembaga pendidikan adalah salah satu harapan besar bagi negeri ini agar bisa bangkit dari keterpurukan dalam semua aspek kehidupan.Bangsa yang dilanda krisis sejak 1997 dan sampai sekarang belum mampu keluar dari krisis multidimensional ini membutuhkan lahirnya kader-kader muda yang handal ynag mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi modern.Dipundak mereka lah,kejayaan bangsa ini di pertaruhkan.Namun,kelahiran mereka tidak cukup hanya dinanti,ditunggu dan dibayangkan.kader-kader muda ini harus di rencanakan,diupayakan,dimunculkan,dan diperjuangkan dengan usaha maksimal,sistematis,dan terstruktur.
Dalam hal ini,guru adalah aktor utama,disamping orang tua dan elemen lainnya.Kesuksesan pendidikan yang dicanangkan .Tanpa keterlibatan aktif guru,pendidikan kosong dari materi,esensi dan substansi.Secanggih apapun kurikulum,visi,misi,dan kekuatan finansial,sepanjang gurunya pasif dan stagnan,maka kualitas pendidikan akan merosot tajam.Sebaliknya,selemah dan sejelek apapun sebuah kurikulum,visi misi dan kekuatan finansial,jika gurunya inovatif,progresif,dan produktif,maka kualitas pendidikan akan maju pesat.Apalagi jika sistem yang baik ditunjang dengan kualitas guru yang inovatif,maka kualitas lembaga pendidikan semakin dasyat.
Disinilah,letak strategis guru dalam dunia pendidikan.Karena itu,tidak ada pilihan lain,guru-guru yang ada harus memosisikan diri sebagai guru yang ideal dan inovatif,yakni guru-guru yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman,yang mempunyai kekuatan spiritual,intelektual,emosional,dan sosial yang tinggi,serta kreatif melakukan trobosan baru yang kontinyu dan konsisten.
Tetapi fakta nya,kebanyakan guru di indonesia tidak sesuai dengan harapan diatas.Mereka belum mencerminkan guru yang ideal dan inovatif yang siap mendidik siswa dengan profesionalisme dan optimisme.Oleh karena itu pemakalah ingin menyusun tentang menjadi guru kreatif dan inovatif.

PEMBAHASAN
1.      Arti penting Guru.
                 Pembahasan guru itu selalu menarik,karena ia adalah kunci pendidikan.Artinya,jika guru sukses,maka kemungkinan besar murid-muridnya akan sukses.Guru adalah figur inspirator dan motivator murid dalam mengukir masa depannya.Jika guru mampu menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak didiknya,maka hal itu akan menjadi kekuatan anak didik dalam mengejar cita-cita besar nya dimasa depan.
                 Ada beragam julukan yang diberikan kepada sosok guru.Salah satu yang paling terkenal adalah “pahlawan tanpa tanda jasa”.Julukan ini mengindikasikan betapa besarnya peran dan jasa yang dilakukan guru sehingga guru disebut sebagai pahlawan.Namun,penghargaan terhadap guru ternyata tidak sebanding dengan dengan besarnya jasa yang telah diberikan.
                 Ada banyak tokoh-tokoh yang sukses karena gurunya.Contohnya Imam syafi’i.Kesuksesan beliau tidak lepas dari peran guru-gurunya,khususnya Imam malik.Begitu juga dengan tokoh Hellen yang tidak mampu berbuat apa-apa dan tidak mengenal dunia,beliau di didik oleh gurunya yang begitu sabar.Akhirnya beliau mampu menjadi guru besar dan melahirkan pemikiran-pemikiran yang dapat diturunkan kepada anak cucunya,atau tokoh-tokoh yang sangat terkenal sekarang seperti Bj.Habibi yang mampu membuat pesawat terbang,Prof.Yahya.A.muhaimin yang dapat membangun sekolah tinggi STKIP ISLAM BUMIAYU yang sebentar lagi akan menjadi universitas,pemikiran beliau pun karena jasa-jasa gurunya.
2.      Hal-hal yang di benci oleh peserta didik.
                 Guru ideal tidak lepas dari penilaian murid.Untuk itu,seorang guru ideal  harus mendengarkan aspirasi murid agar perilakunya disenangi murid.Tidak sebaliknya,bersikukuh dan cuek dengan sikapnya sendiri tanpa memperhatikan penilaian dan aspirasi murid,karena harmonisasi hubungan guru dan murid sangat penting untuk efektivitas pembelajaran yang dinamis dan progresif.Dalam hal ini sebaiknya hal-hal yang dibenci murid menjadi parameter agar pembelajaran berjalan dengan baik,berikut hal-hal yang biasanya dibenci oleh peserta didik adalah sebagai berikut :
a)      Berpakaian kurang rapi.
b)      Jarang masuk.
c)      Pilih kasih(tidak adil)
d)     Suka memberi PR tanpa mengoreksi.
e)      Berkata kasar.
f)       Suka menyuruh.
g)      Menghukum semena-mena.
h)      Cuek didalam dan diluar kelas.

3.      Menjadi guru yang ideal dan inovatif
                 Menjadi guru yang ideal dan inovatif adalah sebuah tuntutan yang tidak bisa dielakan.Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kader-kader muda.Sedangkan penanggung jawab utama masa depan kader-kader muda tersebut berada dipundak guru,karena gurulah yang langsung berinteraksi dengan meraka dalam pembentukan kepribadian,memberi pemahaman,menerbangkan imajinasi dan cita-cita,membangkitkan semangat dan mengerakkan kekuatan mereka.
                 Disinilah guru dituntut menjadi busur yang kuat,dinamis,visioner ,dan powerful sehingga mampu melesatkan potensi dan cita-cita tinggi jauh ke angkasa,mejadi orang yang mampu memberikan kemanfaatan penuh bagi kemajuan dunia.Agar dapat menjadi guru yang dapat diinginkan seperti diatas,maka hal-hal di bawah ini dapat menjadi renungan bersama.
a)      Menguasai materi pelajaran secara mendalam.
                 Menguasai materi pelajara adalah syarat utama menjadi guru yang inovatif,karena dengan menguasai materi,kepercayaan diri terbangun dengan baik,tidak ada rasa was-was,dan bimbang terhadap pertanyaan murid.Ada pepatah mengatakan “the right man on the rightplace”,artinya guru yang ideal adalah guru yang mengajar sesuai bidangnya.
b)      Mempunyai wawasan luas.
                 Perubahan yang terjadi setiap saat akibat revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi informasi berjalan dengan hitungan detik,oleh karena itu guru harus up to date sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas,mendunia.Karena sesuatu hal baru yang disampaikan seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang dapat menggugah semangatnya mengikuti pelajaran guru.Siswa pun akan bangga mempunyai guru yang pengetahuannya luas.
c)      Komunikatif.
Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima oleh anak didik dibndingkan dengan guru yang cuek dan egois,yang datang hanya untuk menerangkan pelajaran lalu pulang,karena ketika seorang murid disapa ia akan merasa diperhatikan.
d)     Dialogis.
                 Ketika guru hanya mengandalkan metode ceramah tanpa ada ruang dialog,al hasil pemikiran anak tidak akan berkembang,dan semangat mengembangkan materi menjadi lemah.Disinilah pentingnya metode dialog interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah,misalnya murid bertanya,guru menanggapi kemudian ditanggapi lagi oleh siswa yang lain.
e)      Mampu menggabungkan teori dan praktik.
                 Anak didik akan mudah jenuh kalau hanya dijejali dengan reori tanpa praktek.Praktek sangat diperlukan sebagai media menurunkan,mengedepankan,dan meletakan pemahaman materi pada otak anak didik.Praktek dapat langsung kelapangan atau sekedar di laboraturium,misalnya,untuk materi bahasa inggris siswa sekali-kali diajak study tour ke tempat pariwisata yang banyak turis asingnya agar mereka dapat mempraktikan dialog yang pernah diajarkan di sekolahnya.
f)       Bertahap.
                 Belajar ilmu adalah setahap demi setahap,dari satu,dua,dan seterusnya.Bertahap ini meniscayakan pentingnya materi yang disampaikan secara urut,tidak loncat-loncat.Dalam hal ini guru harus arif dan bijaksana,jangan memberi materi dalam satu kesempatan.Berilah sedikit demi sedikit agar anak didik dapat menerima dengan baik dan tidak mudah hilang.kita bisa mengambil metode ini dari peristiwa turunnya al-qur’an.
g)      Mempunyai variasi pendekatan.
                 Dalam proses belajar dan mengajar,seorang guru harus mempelajari banyak pendekatan pengajaran.Dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak,proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara variatif,tidak monoton dan selalu segar.
h)      Tidak memalingkan materi pelajaran.
                 Dalam mengajar,seorang guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah,satu target,dan satu tujuan yang dicanangkan,sehingga hasilnya dapat maksimal.Misanya, dalam materi agama tentang shalat,ia harus berbicara seputar shalat dan hal-hal lain bersifat menunjang.
i)        Tidak terlalu menekan dan memaksa.
                 Seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami,tidak terlalu menekan dan memaksa murid,karena akan berakibat negatif bagi perkembangan psikologisnya.Guru harus menyelami psikologi anak didik,memberikan materi secara mengalir sesuai falsafah air yang mengalir secara pelan,mampu merobohkan hal-hal besar dengan ketekunan,kerajinan, dan kesungguhan.
j)     Humoris tapi serius.
              Salah satu guru yang ideal adalah berwatak dinamis,kompetetif,tapi humoris.Ditengah kepenatan pikiran,keletihan fisik, dan kebosanan berfikir,humor sangat diperlukan.Dengan selera humor yang tinggi,seorang guru dapat memecahkan suasana yang menjenuhkan,menghilangkan kepenatan,dan menyegarkan pikiran anak didik.Humor bukan sekedar alat penyegar,tetapi dilihat dari banyaknya pelajaran yang murid dapatkan dan jam yang begitu lama misalnya,dari jam 07.00 sampai 13.00,tentu beban pikiran mereka akan penat,disinilah peran guru dalam mengatur ritme,irama dan menghilangkan beban pikiran yang semakin berat,lebih baik guru menyelingi dengan humor atau permainan untuk menyegarkan otak mereka,dari pada guru ceramah tapi siswa tidak mendengarkan dengan baik.
4.      Memupuk kreativitas.
                 Bakat yang telah ditemukan dan kemudian teraktualisasi akan semakin menemukan momentum dalam mengantarkan kesuksesan manakala diikuti dengan kemampuan membangun kreativitas diri.Kreativitas ini merupakan upaya membangun berbagai terobosan yang memungkinkan bagi pemberdayaan dan penguatan bagi pengembang bakat yang telah tergali .Disinilah arti penting kreativitas untuk menunjang kesuskesan.
                 Untuk membangun kreativitas,ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.Pertama,pengetahuan yang luas serta bidang yang dikuasainya dan keinginan yang terus menerus untuk mencari problem baru.Kedua,adanya sejumlah kualitas yang memungkinkan memunculkan respon seperti rasa percaya diri,ceria mandiri,kukuh pendirian,tidak mengenal lelah,dan kesiapan mengambil resiko.Ketiga,adanya kemampuan membagi konsentrasi,menjauh dari cara berpikir konvensional menggunakan kekuatan intuitif dan yang tidak tersadari untuk menyelesaikan masalah.Keempat,adanya keinginan kuat untuk mencapai keseimbangan saat menghadapi persoalan,sehingga selalu berakhir dengan cemerlang.
5.      Memberdayakan media.
                 Perkembangan media telah berlangsung secara cepat,dan membentuk budaya baru dengan segnifikan.Budaya baru ini,langsung atau tidak langsung,sudah mempengaruhi bagaimana siswa mengikuti sebuah proses pembelajaran.Ciri yang mendominasi adalah munculnya komponen budaya indrawi yang utuh,meliputi melihat,mendengar,merasakan,menyentuhkan dan bereksplorasi.
                 Bagi guru yang kreatif dan inovatif,kehadiran budaya baru ini selayaknya ditempatkan sebagai potensi dan tantangan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif.Sebagai konskuensinya,guru juga harus mengikuti perkembangan budaya baru ini secara respontif.Pada zaman sekarang ini seorang guru jangan sampai gaptek ”gagal teknologi”,merespons secara kreatif terhadap perkembangan teknologi dan memanfaatkannya sebagai media untuk memperkukuh dan memaksimalkan hasil pembelajaran,merupakan hal yang tidak dapat dihindari lagi.
                 Untuk mengimplementasi rancangan tersebut maka dalam pembelajaran,ada dua pendekatan yang perlu dikembangkan,yaitu pendekatan visual-auditif dan pendekatan populer,untuk mendukung pendekatan tersebut,kita perlu mengupayakan sarana-sarananya antara lain:
v  Media gambar (visual) adalah sarana atau media yang berbentuk poster,lukisan,foto,karikarur,dan sebagainya,yang fungsinya untuk mendukung pembelajaran secara visual.
v  Media auditif adalah sarana atau media yang digunakan melalui pendengaran,misalnya lagu dari kaset,CD dan lainnya.
v  Media audio-visual (FILM) adalah sarana atau media yang utuh untuk mengolaburasikan bentuk visual dan audio.Sekarang hampir semua menggunakan komputer dan proyektor atau LCD.






PENUTUP
A.      Kesimpulan.
                Banyak cara yang dilakukan untuk menjadi guru yang ideal,kreatif dan inovatif yaitu,harus menyadari bahwa guru adalah publik figur yang sangat di hormati dimasyarakat,guru juga harus menjadi inspirasi bagi kader-kader muda yang akan menjadi cahaya masa depan ditangannya lah bangsa ini dijunjung.Guru merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam hal ini,namun untuk menjadi guru yang ideal harus mempunyai wawasan yang luas,dialogis,komunikatif dan sebagainya.
            Dalam hal ini perkembangan  teknologi dapat mempengaruhi kinerja guru,karena guru dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman,dan media pun sangat membantu jalannya pembelajaran,seperti media visual,audio dan audio-visual.
            Untuk itu guru seharusnya dapat menjadi contoh yang baik dan dan memunculkan ide-ide baru yang dapat memotivasi dan menginspirasi peserta didiknya.
B.      Saran.
                Agar para calon guru tidak menjadi guru yang jadul,hendaknya mulai dari bangku kuliahlah saatnya mengeruk ilmu para dosennya sebanyak-banyaknya,dan mencari informasi sebanyak-banyaknya diluar jam kuliah,agar nanti pas selesai maupun belum siap diterjunkan ke lapangan.
            Demikian makalah yang saya buat semoga ada manfaat nya.Terima kasih.


               






Daftar Pustaka
Asmani,Jamal ma’mur. 2011.Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif dan Inovatif. Yogyakarta: Diva press.
Naim,Ngainun. 2009 .Menjadi Guru Inspiratif. Yogyakarta: pustaka pelajar.