Senin, 31 Oktober 2016

menjadi guru kreatif




PENDAHULUAN
       I.            Latar Belakang
Lembaga pendidikan adalah salah satu harapan besar bagi negeri ini agar bisa bangkit dari keterpurukan dalam semua aspek kehidupan.Bangsa yang dilanda krisis sejak 1997 dan sampai sekarang belum mampu keluar dari krisis multidimensional ini membutuhkan lahirnya kader-kader muda yang handal ynag mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi modern.Dipundak mereka lah,kejayaan bangsa ini di pertaruhkan.Namun,kelahiran mereka tidak cukup hanya dinanti,ditunggu dan dibayangkan.kader-kader muda ini harus di rencanakan,diupayakan,dimunculkan,dan diperjuangkan dengan usaha maksimal,sistematis,dan terstruktur.
Dalam hal ini,guru adalah aktor utama,disamping orang tua dan elemen lainnya.Kesuksesan pendidikan yang dicanangkan .Tanpa keterlibatan aktif guru,pendidikan kosong dari materi,esensi dan substansi.Secanggih apapun kurikulum,visi,misi,dan kekuatan finansial,sepanjang gurunya pasif dan stagnan,maka kualitas pendidikan akan merosot tajam.Sebaliknya,selemah dan sejelek apapun sebuah kurikulum,visi misi dan kekuatan finansial,jika gurunya inovatif,progresif,dan produktif,maka kualitas pendidikan akan maju pesat.Apalagi jika sistem yang baik ditunjang dengan kualitas guru yang inovatif,maka kualitas lembaga pendidikan semakin dasyat.
Disinilah,letak strategis guru dalam dunia pendidikan.Karena itu,tidak ada pilihan lain,guru-guru yang ada harus memosisikan diri sebagai guru yang ideal dan inovatif,yakni guru-guru yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman,yang mempunyai kekuatan spiritual,intelektual,emosional,dan sosial yang tinggi,serta kreatif melakukan trobosan baru yang kontinyu dan konsisten.
Tetapi fakta nya,kebanyakan guru di indonesia tidak sesuai dengan harapan diatas.Mereka belum mencerminkan guru yang ideal dan inovatif yang siap mendidik siswa dengan profesionalisme dan optimisme.Oleh karena itu pemakalah ingin menyusun tentang menjadi guru kreatif dan inovatif.

PEMBAHASAN
1.      Arti penting Guru.
                 Pembahasan guru itu selalu menarik,karena ia adalah kunci pendidikan.Artinya,jika guru sukses,maka kemungkinan besar murid-muridnya akan sukses.Guru adalah figur inspirator dan motivator murid dalam mengukir masa depannya.Jika guru mampu menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak didiknya,maka hal itu akan menjadi kekuatan anak didik dalam mengejar cita-cita besar nya dimasa depan.
                 Ada beragam julukan yang diberikan kepada sosok guru.Salah satu yang paling terkenal adalah “pahlawan tanpa tanda jasa”.Julukan ini mengindikasikan betapa besarnya peran dan jasa yang dilakukan guru sehingga guru disebut sebagai pahlawan.Namun,penghargaan terhadap guru ternyata tidak sebanding dengan dengan besarnya jasa yang telah diberikan.
                 Ada banyak tokoh-tokoh yang sukses karena gurunya.Contohnya Imam syafi’i.Kesuksesan beliau tidak lepas dari peran guru-gurunya,khususnya Imam malik.Begitu juga dengan tokoh Hellen yang tidak mampu berbuat apa-apa dan tidak mengenal dunia,beliau di didik oleh gurunya yang begitu sabar.Akhirnya beliau mampu menjadi guru besar dan melahirkan pemikiran-pemikiran yang dapat diturunkan kepada anak cucunya,atau tokoh-tokoh yang sangat terkenal sekarang seperti Bj.Habibi yang mampu membuat pesawat terbang,Prof.Yahya.A.muhaimin yang dapat membangun sekolah tinggi STKIP ISLAM BUMIAYU yang sebentar lagi akan menjadi universitas,pemikiran beliau pun karena jasa-jasa gurunya.
2.      Hal-hal yang di benci oleh peserta didik.
                 Guru ideal tidak lepas dari penilaian murid.Untuk itu,seorang guru ideal  harus mendengarkan aspirasi murid agar perilakunya disenangi murid.Tidak sebaliknya,bersikukuh dan cuek dengan sikapnya sendiri tanpa memperhatikan penilaian dan aspirasi murid,karena harmonisasi hubungan guru dan murid sangat penting untuk efektivitas pembelajaran yang dinamis dan progresif.Dalam hal ini sebaiknya hal-hal yang dibenci murid menjadi parameter agar pembelajaran berjalan dengan baik,berikut hal-hal yang biasanya dibenci oleh peserta didik adalah sebagai berikut :
a)      Berpakaian kurang rapi.
b)      Jarang masuk.
c)      Pilih kasih(tidak adil)
d)     Suka memberi PR tanpa mengoreksi.
e)      Berkata kasar.
f)       Suka menyuruh.
g)      Menghukum semena-mena.
h)      Cuek didalam dan diluar kelas.

3.      Menjadi guru yang ideal dan inovatif
                 Menjadi guru yang ideal dan inovatif adalah sebuah tuntutan yang tidak bisa dielakan.Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kader-kader muda.Sedangkan penanggung jawab utama masa depan kader-kader muda tersebut berada dipundak guru,karena gurulah yang langsung berinteraksi dengan meraka dalam pembentukan kepribadian,memberi pemahaman,menerbangkan imajinasi dan cita-cita,membangkitkan semangat dan mengerakkan kekuatan mereka.
                 Disinilah guru dituntut menjadi busur yang kuat,dinamis,visioner ,dan powerful sehingga mampu melesatkan potensi dan cita-cita tinggi jauh ke angkasa,mejadi orang yang mampu memberikan kemanfaatan penuh bagi kemajuan dunia.Agar dapat menjadi guru yang dapat diinginkan seperti diatas,maka hal-hal di bawah ini dapat menjadi renungan bersama.
a)      Menguasai materi pelajaran secara mendalam.
                 Menguasai materi pelajara adalah syarat utama menjadi guru yang inovatif,karena dengan menguasai materi,kepercayaan diri terbangun dengan baik,tidak ada rasa was-was,dan bimbang terhadap pertanyaan murid.Ada pepatah mengatakan “the right man on the rightplace”,artinya guru yang ideal adalah guru yang mengajar sesuai bidangnya.
b)      Mempunyai wawasan luas.
                 Perubahan yang terjadi setiap saat akibat revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi informasi berjalan dengan hitungan detik,oleh karena itu guru harus up to date sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas,mendunia.Karena sesuatu hal baru yang disampaikan seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang dapat menggugah semangatnya mengikuti pelajaran guru.Siswa pun akan bangga mempunyai guru yang pengetahuannya luas.
c)      Komunikatif.
Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima oleh anak didik dibndingkan dengan guru yang cuek dan egois,yang datang hanya untuk menerangkan pelajaran lalu pulang,karena ketika seorang murid disapa ia akan merasa diperhatikan.
d)     Dialogis.
                 Ketika guru hanya mengandalkan metode ceramah tanpa ada ruang dialog,al hasil pemikiran anak tidak akan berkembang,dan semangat mengembangkan materi menjadi lemah.Disinilah pentingnya metode dialog interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah,misalnya murid bertanya,guru menanggapi kemudian ditanggapi lagi oleh siswa yang lain.
e)      Mampu menggabungkan teori dan praktik.
                 Anak didik akan mudah jenuh kalau hanya dijejali dengan reori tanpa praktek.Praktek sangat diperlukan sebagai media menurunkan,mengedepankan,dan meletakan pemahaman materi pada otak anak didik.Praktek dapat langsung kelapangan atau sekedar di laboraturium,misalnya,untuk materi bahasa inggris siswa sekali-kali diajak study tour ke tempat pariwisata yang banyak turis asingnya agar mereka dapat mempraktikan dialog yang pernah diajarkan di sekolahnya.
f)       Bertahap.
                 Belajar ilmu adalah setahap demi setahap,dari satu,dua,dan seterusnya.Bertahap ini meniscayakan pentingnya materi yang disampaikan secara urut,tidak loncat-loncat.Dalam hal ini guru harus arif dan bijaksana,jangan memberi materi dalam satu kesempatan.Berilah sedikit demi sedikit agar anak didik dapat menerima dengan baik dan tidak mudah hilang.kita bisa mengambil metode ini dari peristiwa turunnya al-qur’an.
g)      Mempunyai variasi pendekatan.
                 Dalam proses belajar dan mengajar,seorang guru harus mempelajari banyak pendekatan pengajaran.Dengan menguasai pendekatan pengajaran yang banyak,proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara variatif,tidak monoton dan selalu segar.
h)      Tidak memalingkan materi pelajaran.
                 Dalam mengajar,seorang guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah,satu target,dan satu tujuan yang dicanangkan,sehingga hasilnya dapat maksimal.Misanya, dalam materi agama tentang shalat,ia harus berbicara seputar shalat dan hal-hal lain bersifat menunjang.
i)        Tidak terlalu menekan dan memaksa.
                 Seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami,tidak terlalu menekan dan memaksa murid,karena akan berakibat negatif bagi perkembangan psikologisnya.Guru harus menyelami psikologi anak didik,memberikan materi secara mengalir sesuai falsafah air yang mengalir secara pelan,mampu merobohkan hal-hal besar dengan ketekunan,kerajinan, dan kesungguhan.
j)     Humoris tapi serius.
              Salah satu guru yang ideal adalah berwatak dinamis,kompetetif,tapi humoris.Ditengah kepenatan pikiran,keletihan fisik, dan kebosanan berfikir,humor sangat diperlukan.Dengan selera humor yang tinggi,seorang guru dapat memecahkan suasana yang menjenuhkan,menghilangkan kepenatan,dan menyegarkan pikiran anak didik.Humor bukan sekedar alat penyegar,tetapi dilihat dari banyaknya pelajaran yang murid dapatkan dan jam yang begitu lama misalnya,dari jam 07.00 sampai 13.00,tentu beban pikiran mereka akan penat,disinilah peran guru dalam mengatur ritme,irama dan menghilangkan beban pikiran yang semakin berat,lebih baik guru menyelingi dengan humor atau permainan untuk menyegarkan otak mereka,dari pada guru ceramah tapi siswa tidak mendengarkan dengan baik.
4.      Memupuk kreativitas.
                 Bakat yang telah ditemukan dan kemudian teraktualisasi akan semakin menemukan momentum dalam mengantarkan kesuksesan manakala diikuti dengan kemampuan membangun kreativitas diri.Kreativitas ini merupakan upaya membangun berbagai terobosan yang memungkinkan bagi pemberdayaan dan penguatan bagi pengembang bakat yang telah tergali .Disinilah arti penting kreativitas untuk menunjang kesuskesan.
                 Untuk membangun kreativitas,ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.Pertama,pengetahuan yang luas serta bidang yang dikuasainya dan keinginan yang terus menerus untuk mencari problem baru.Kedua,adanya sejumlah kualitas yang memungkinkan memunculkan respon seperti rasa percaya diri,ceria mandiri,kukuh pendirian,tidak mengenal lelah,dan kesiapan mengambil resiko.Ketiga,adanya kemampuan membagi konsentrasi,menjauh dari cara berpikir konvensional menggunakan kekuatan intuitif dan yang tidak tersadari untuk menyelesaikan masalah.Keempat,adanya keinginan kuat untuk mencapai keseimbangan saat menghadapi persoalan,sehingga selalu berakhir dengan cemerlang.
5.      Memberdayakan media.
                 Perkembangan media telah berlangsung secara cepat,dan membentuk budaya baru dengan segnifikan.Budaya baru ini,langsung atau tidak langsung,sudah mempengaruhi bagaimana siswa mengikuti sebuah proses pembelajaran.Ciri yang mendominasi adalah munculnya komponen budaya indrawi yang utuh,meliputi melihat,mendengar,merasakan,menyentuhkan dan bereksplorasi.
                 Bagi guru yang kreatif dan inovatif,kehadiran budaya baru ini selayaknya ditempatkan sebagai potensi dan tantangan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif.Sebagai konskuensinya,guru juga harus mengikuti perkembangan budaya baru ini secara respontif.Pada zaman sekarang ini seorang guru jangan sampai gaptek ”gagal teknologi”,merespons secara kreatif terhadap perkembangan teknologi dan memanfaatkannya sebagai media untuk memperkukuh dan memaksimalkan hasil pembelajaran,merupakan hal yang tidak dapat dihindari lagi.
                 Untuk mengimplementasi rancangan tersebut maka dalam pembelajaran,ada dua pendekatan yang perlu dikembangkan,yaitu pendekatan visual-auditif dan pendekatan populer,untuk mendukung pendekatan tersebut,kita perlu mengupayakan sarana-sarananya antara lain:
v  Media gambar (visual) adalah sarana atau media yang berbentuk poster,lukisan,foto,karikarur,dan sebagainya,yang fungsinya untuk mendukung pembelajaran secara visual.
v  Media auditif adalah sarana atau media yang digunakan melalui pendengaran,misalnya lagu dari kaset,CD dan lainnya.
v  Media audio-visual (FILM) adalah sarana atau media yang utuh untuk mengolaburasikan bentuk visual dan audio.Sekarang hampir semua menggunakan komputer dan proyektor atau LCD.






PENUTUP
A.      Kesimpulan.
                Banyak cara yang dilakukan untuk menjadi guru yang ideal,kreatif dan inovatif yaitu,harus menyadari bahwa guru adalah publik figur yang sangat di hormati dimasyarakat,guru juga harus menjadi inspirasi bagi kader-kader muda yang akan menjadi cahaya masa depan ditangannya lah bangsa ini dijunjung.Guru merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam hal ini,namun untuk menjadi guru yang ideal harus mempunyai wawasan yang luas,dialogis,komunikatif dan sebagainya.
            Dalam hal ini perkembangan  teknologi dapat mempengaruhi kinerja guru,karena guru dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman,dan media pun sangat membantu jalannya pembelajaran,seperti media visual,audio dan audio-visual.
            Untuk itu guru seharusnya dapat menjadi contoh yang baik dan dan memunculkan ide-ide baru yang dapat memotivasi dan menginspirasi peserta didiknya.
B.      Saran.
                Agar para calon guru tidak menjadi guru yang jadul,hendaknya mulai dari bangku kuliahlah saatnya mengeruk ilmu para dosennya sebanyak-banyaknya,dan mencari informasi sebanyak-banyaknya diluar jam kuliah,agar nanti pas selesai maupun belum siap diterjunkan ke lapangan.
            Demikian makalah yang saya buat semoga ada manfaat nya.Terima kasih.


               






Daftar Pustaka
Asmani,Jamal ma’mur. 2011.Tips Menjadi Guru Inspiratif,Kreatif dan Inovatif. Yogyakarta: Diva press.
Naim,Ngainun. 2009 .Menjadi Guru Inspiratif. Yogyakarta: pustaka pelajar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar