Sabtu, 13 Februari 2016

kultum.Mensyukuri nikmat Allah swt


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
Alhamdulillah wassyukurillah wala haula wala quwwata illa billah, amma ba’du.
Yang Saya hormati para dewan juri, serta rekan-rekanku sekalian.
Mudah-mudahan kita semua ditambah-tambahkan kemuliannya oleh Allah jalla jalaluh
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt. sampai saat ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan serta ketetapan iman dan islam, semoga nikmat-nikmat ini mampu kita syukuri dan mudah-mudahan syukur kita diterima oleh Allah swt. amin ya robbal ‘alamin.
Shalawat beserta salam selalu tercurah kepada junjungan kita yaitu nabi besar Muhammad saw. dan mudah-mudahan kita sebagai umatnya akan mendapatkan syafa’atnya diyaumil qiyamah nanti, amin ya robbal ‘alamin.
SEHAT adalah salah satu dari banyak kenikmatan yang diberikan oleh Allah swt. kepada manusia. Oleh karena itu wajar dan wajib untuk kita mensyukurinya. Tetapi selama ini masih banyak yang menganggap bahwa nikmat Allah hanya dinilai dengan kesenangan. Pada hal nabi bersabda “ Ni’mataani maghbunun fihima katsirum minannas, assihhatu wal faroghu” artinya “ada dua kenikmatan yang paling banyak dilupakan oleh manusia, yaitu kesehatan dan kesempatan”
Hadirin yang berbahagia
Ada nasehat dari leluhur Saya “ ayo kabeh dulur-dulur dadi wong aja takabur, maring Allah kudu syukur inget yen bakal ning kubur” artinya mari semua saudara-saudaraku, jadi orang jangan sombong, kepada Allah harus bersyukur, ingat kita semua akan masuk kedalam kubur.
Allah swt. berfirman “ Laing syakartum laazidannakum” artinya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan nikmat kepadamu. Makanya apa yang ada dalam diri kita adalah nikmat dari Allah swt. jangan saling hina, ngeledek dan lain sebagainya. Contoh yang pesek jangan hina yang pendek. Yang pendek jangan hina yang bengek. Yang bengek jangan hina yang kesrek. Yang kesrek jangan hina yang tergolek. Yang tergolek jangan hina yang geblek.
Sebaiknya semua harus disyukuri dengan mengatakan. Alhamdulillah hidung saya doang yang pesek, orang lain ada yang badannya pendek, kemana-mana dilihatin orang terus. Kata yang pendek Alhamdulillah badan saya pendek, orang lain ada yang bengek, kalau tidur terganggu dengan bengeknya seperti memompa ban sepeda. Kata yang bengek, Alhamdulillah saya cuma bengek, tetangga saya ada yang kesrek, kemana-mana garukin badannya terus. Kata yang kesrek, Alhamdulillah saya cuma kesrek, tetangga saya ada yang tergolek kagak melek-melek. Kata yang tergolek, Alhamdulillah saya cuma tergolek, teman saya ada yang geblek, kemana-mana jalan tidak memakai baju. Ting bating nauzubillahi min dzalik.
Hadirin rahimakumullah
Allah SWT berfirman dalam surah Luqman ayat 31. Aniskurli wali walidayya         Yang artinya “ bersyukurlah kepadaku dan bersyukurlah kepada kedua orang tuamu”
Jadi bersyukur itu bukan hanya shalat,sedekah tapi mengabdi dan patuh terhadap orang tua juga ibadah.teman-teman punya orang tua nggak ?         Ada berapa orang tua kita ? ya, dirumah dan disekolah.        sayang gak sama orang tua ?
Kalo sayang sama orang tua, marilah kita hormati mereka. Jangan sampe kita durhaka terhadap mereka. Dan marilah kita menyayangi mereka
Hakikatnya, syukur yang kita lakukan adalah untuk diri kita sendiri, firman Allah swt “ wamay yasykur fainnama yasykuru linafsih” artinya siapa orangnya yang bersyukur maka sesungguhnya syukurnya adalah untuk diri kita sendiri. Shalat yang kita lakukan bukan buat Allah, sadaqah yang kita lakukan bukan buat Allah, puasa yang kita lakukan bukan buat Allah, zakat yang kita lakukan bukan buat Allah, semuanya adalah untuk diri kita sendiri. Dengan catatan lakukan semuanya karena Allah swt.
Ada satu kisah hikmah buat kita semua yang ada kaitannya dengan syukur kepada Allah swt.
suatu hari ada seorang tukang yang ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang bangunan, Dia berkata kepada atasannya” wahai tuan, saya ingin berhenti dari pekerjaan saya. Kemudian atasannya mengizinkannya dan memberikan tugas terakhir kepada sang tukang. Kata atasannya wahai bapak tukang, Aku izinkan kau berhenti dari profesimu sebagai tukang tapi Aku minta engkau menyelesaikan satu proyek yaitu bangunkanlah Aku satu buah rumah sebagai karya terakhirmu. Lalu dengan sedikit berat hati tugas itu dikerjakanya, tapi dengan motivasi yang salah. Dalam hatinya berkata “ besok lusa saya sudah tidak disini  lagi, saya akan mengerjakannya semau saya “ akhirnya dia bekerja secara tidak professional. Pintu asal jadi, jendela asal jadi, masang keramik asal jadi. Setelah dirasa selesai tugasnya, menghadaplah sang tukang kepada atasannya dengan berkata “ wahai tuan, rumah yang anda perintahkan sudah saya kerjakan dan ini kuncinya saya berikan kepada tuan. Lalu sang majikan mengambil kunci yang diberikan oleh tukang dan berbalik memberikan kembali kepada sang tukang lalu sang majikan berkata “ wahai bapak tukang, sesungguhnya rumah yang anda buat kemarin adalah untukmu dan ini kuncinya dan ambillah rumah itu untuk kau tempati” akhirnya dengan penuh penyesalan dan menggerutu dalam dirinya “ kalaulah Aku tahu rumah itu buatku, pasti Aku tidak sembarangan dan asal jadi Aku membuatnya.
Hikmah dari kisah tersebut adalah ibarat kita tukangnya dan Allah swt. atasan kita. Allah swt. sudah memberikan fasilitas berupa nikmat-nikmatnya di dunia ini yang diperuntukkan manusia tergantung manusianya bersyukur atau tidak kepada Allah swt.
Jadi yakinilah, bahwa syukur yang kita lakukan adalah buat diri kita sendiri.mudah-mudahan kita semua menjadi anak yang soleh-solehah yang mampu mensyukuri nikmat dari Allah swt.
Akhirnya, pak Amat jualan tomat, yang beli harus hormat. Kalau mau hidup selamat,maka syukurillah nikmat.
Billahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


1 komentar:

  1. alhamdulillah terima kasih ustdz kultumnya !!!
    semoga bermanfaat bagi semua...amin...

    BalasHapus