Tidak bisa kita pungkiri Olympiade
2008 di Beijing yang acara pembukaannya berlangsung sukses dan spektakuler
tersebut mengundang decak kagum semua orang Cina yang sekarang muncul sebagai
negara super power dahulunya pernah sangat miskin. Dengan jumlah penduduk yang
berjumlah 1 milyar kala itu bukan barang mudah bagi pemerintah Cina untuk
mensejahterakan rakyatnya.Hutang luar negeri dari negara tetangga terdekat pun
menjadi gantungan yaitu dari negara Uni Sovyet.Alkisah suatu hari terjadi
perselisihan paham antara Mao Zedong pemimpin Cina era itu dengan pemimpin
Sovyet. Perselisihan begitu panas sampai keluar statement dari pemimpin Sovyet,
“Sampai rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang pun, Cina tetap
tidak akan mampu membayarhutangnya. ! “
Ucapan yang sangat menyinggung
perasaan rakyat Cina itupun disampaikan Mao kepada rakyatnya dengan cara
menyiarkannya lewat siaran radio,perihal penghinaan dari pemimpin Sovyet itu,
secara terus menerus dari pagi hingga malam ke seluruh negeri sambil mengajak
segenap rakyat Cinauntuk bangkit dan melawan penghinaan tersebut dengan cara
berkorban.
Ajakan Mao kepada rakyatnya adalah
menyisihkan 1 butir beras, ya, hanya 1 butir beras untuk setiap anggota
keluarga, setiap kali mereka akan memasak. Jika 1 rumah tangga terdiri dari 3
orang maka cukupsisihkan 3 butir beras.Nah , beras yang disisihkan dari 1
Milyar penduduk Cina tersebut, tidak dikorupsi tentunya akan menghasilkan 1
milyar butir beras setiap hari. Hasilnya dikumpulkan ke pemerintah untuk
dijual. Uangnya digunakan untuk membayar hutang kepada negara pemberihutang,
yang telah menghina mereka.Akhirnya Cina berhasil melunasi hutang mereka ke
Sovyet dalam waktu yang sangat cepat.
Keterhinaan yang mendalam telah
membangkitkan rasa nasionalisme Cina untuk bangkit melawan hinaan tersebut
dengan tindakannyata, bukan hanya tindakan seremonial, pidato atau upacara di
stadion besar.
Kiranya kisah di atas bisa dijadikan
contoh bagi bangsa kita yangtengah terpuruk di antara bangsa-bangsa sekitarnya
dan sebentar lagi akan merayakan Dirgahayu Kemerdekaannya yang ke – 63.
Potensi manusia Indonesia yang
demikian besar selama ini tidak menjadi kekuatan bahkan sebaliknya menjadi
beban karena masih banyaknya tikus yang berada di lumbung beras Republik
Indonesia Kita sering silau oleh hal-hal besar namun seringkali mengabaikan
kekuatan dari hal kecilyang tidakdilakukan dengan sepenuh hati.Sebutir padi
sehari bisa membalik keadaan terhina menjadi terangkat. Maukah kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar